LAPORAN PRAKTIKUM
Tempat : Ruang Kelas XI IPA R3
Judul Praktikum : Uji Vitamin C pada Makanan
Kelas : XI IPA R3
I. PENDAHULUAN
A. LATAR
BELAKANG
Vitamin adalah suatu zat organik yang diperlukan tubuh
sebagai pengaturan proses fisiologis tubuh. Walaupun diperlukan dalam jumlah
sedikit tetapi fungsinya tidak dapat digantikan dengan zat-zat lain.
Vitamin C disebut juga asam askorbat. Vitamin C banyak
terdapat pada buah-buahan dan sayuran berwarna hijau. Kekurangan vitamin C
mengakibatkan skorbutum, pendarahan pada kulit, kerusakan sendi, dan gusi.
Untuk menguji kandungan vitamin C pada bahan makanan dapat menggunakan larutan
amilum iodida atau biasa juga menggunakan betadine.
B. TUJUAN
1. Mengetahui kandungan vitamin C jeruk
nipis, jambu biji, minuman sari buah, vitamin c tablet, dan tomat
2. Menghitung kadar vitamin C paa jeruk
nipis, jambu biji, minuman sari buah, vitamin C tablet, dan tomat
3. Mengkomunikasikan peran vitamin C
pada tubuh
II. MATERI POKOK
Vitamin C adalah salah satu jenis vitamin
yang larut dalam air dan memiliki peranan penting dalam menangkal berbagai
penyakit.
Vitamin ini
juga dikenal dengan nama kimia dari bentuk utamanya yaitu asam askorbat.
Vitamin C termasuk golongan vitamin antioksidan yang mampu menangkal berbagai
radikal bebas ekstraselular. Beberapa karakteristiknya antara lain sangat mudah
teroksidasi oleh panas, cahaya, dan logam. Buah-buahan, seperti jeruk,
merupakan sumber utama vitamin.
Sejarah penemuan
Vitamin C
berhasil diisolasi untuk pertama kalinya pada tahun 1928 dan pada tahun 1932
ditemukan bahwa vitamin ini merupakan agen yang dapat mencegah sariawan. Albert
Szent-Gyorgyi menerima penghargaan nobel dalam fisiologi atau kedokteran pada
tahun 1937 untuk penemuan ini. Selama ini vitamin C atau asam askorbat dikenal
perananny dalam menjaga dan memperkuat imunitas terhadap infeksi. Pada beberapa
penelitian lanjutan ternyata vitamin C juga telah terbukti berperan penting
dalam meningkatkan kerja otak. Dua peneliti di Texas Woman's University
menemukan bahwa murid SMTP yang tingkat vitamin C-nya dalam darah lebih tinggi
ternyata menghasilkan tes IQ lebih baik daripada yang jumlah vitamin C-nya
lebih rendah.
Peranan vitamin C dalam tubuh
Vitamin C
diperlukan untuk menjaga struktur kolagen, yaitu sejenis protein yang
menghubungkan semua jaringan serabut, kulit, urat, tulang rawan, dan jaringan
lain di tubuh manusia. Struktur kolagen yang baik dapat menyembuhkan patah
tulang, memar, pendarahan kecil, dan luka ringan.
Vitamin c
juga berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi dan mempertajam
kesadaran. Sebagai antioksidan, vitamin c mampu menetralkan radikal bebas di
seluruh tubuh. Melalui pengaruh pencahar, vitamini ini juga dapat meningkatkan
pembuangan feses atau kotoran. Vitamin C juga mampu menangkal nitrit penyebab
kanker. Penelitian di Institut Teknologi Massachusetts menemukan, pembentukan
nitrosamin (hasil akhir pencernaan bahan makanan yang mengandung nitrit) dalam
tubuh sejumlah mahasiswa yang diberi vitamin C berkurang sampai 81%.
Hipoaskorbemia
(defisiensi asam askorbat) bisa berakibat seriawan, baik di mulut maupun perut,
kulit kasar, gusi tidak sehat sehingga gigi mudah goyah dan lepas, perdarahan
di bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah dan depresi. Di
samping itu, asam askorbat juga berkorelasi dengan masalah kesehatan lain,
seperti kolesterol tinggi, sakit jantung, artritis (radang sendi), dan pilek.
Konsumsi
Kebutuhan
vitamin C memang berbeda-beda bagi setiap orang, tergantung pada kebiasaan
hidup masing-masing. Pada remaja, kebiasaan yang berpengaruh di antaranya
adalah merokok, minum kopi, atau minuman beralkohol, konsumsi obat tertentu
seperti obat antikejang, antibiotik tetrasiklin, antiartritis, obat tidur, dan
kontrasepsi oral. Kebiasaan merokok menghilangkan 25% vitamin C dalam darah.
Selain nikotin senyawa lain yang berdampak sama buruknya adalah kafein. Selain
itu stres, demam, infeksi, dan berolahraga juga meningkatkan kebutuhan vitamin
C.
Pemenuhan
kebutuhan vitamin C bisa diperoleh dengan mengonsumsi beraneka buah dan sayur
seperti jeruk, tomat, arbei, stroberi, asparagus, kol, susu, mentega, kentang,
ikan, dan hati.
III. METODE PRAKTIKUM dan PEMBAHASAN
TUJUAN
1. Mengetahui kandungan vitamin C jeruk
nipis, jambu biji, minuman sari buah, vitamin c tablet, dan tomat
2. Menghitung kadar vitamin C paa jeruk
nipis, jambu biji, minuman sari buah, vitamin C tablet, dan tomat
3. Mengkomunikasikan peran vitamin C
pada tubuh
ALAT DAN
BAHAN
1. jeruk nipis, jambu biji merah, tomat
2. pipet tetes
3. air
4. Tabung reaksi
5. Mortar dan penumbuknya
6. pisau
7. amilum Iodida atau betadine
8. vitamin C tablet
9. Minuman sari buah
CARA KERJA
1. Ambillah 3 tabung reaksi dan beri
label bahan-bahan makanan yang akan diuji
2. Isilah masing-masing tabung dengan
larutan amilum Iodida atau betadine sebanyak 1 ml
3. Tambahkan tetes demi tetes larutan
vitamin C kedalam tabung A sampai warna larutan jernih
4. Hitung jumlah tetesan yang
diperlukan untuk menjernihkan larutan amilum Iodida atau betadine tersebut
5. Ulangi langkah 3 dan 4 untuk tabung
selanjutnya
6. Catat hasil pengamatanmu pada table
hasil pengamatan!
TABEL PENGAMATAN
|
No
|
Bahan
makanan
|
Jumlah
tetesan
|
Kadar
vitamin C
|
|
1
|
Larutan
Vit C
|
2
|
100%
|
|
2
|
Sari jeruk
nipis
|
15
|
13,3%
|
|
3
|
Sari buah
tomat
|
13
|
15,4%
|
|
4
|
Ekstraks
jambu biji
|
1
|
200%
|
|
5
|
Minuman
sari buah
|
17
|
11,8%
|
|
6
|
Saos Tomat
ABC
|
36
|
5,5%
|
ANALISIS DATA
1. Bandingkan jumlah tetesan yang
diperlukan dari 2 larutan bahan makanan (sari jeruk
dan sari tomat). Manakah yang jumlah tetesannya lebih kecil dari jumlah tetesan vitamin C?
dan sari tomat). Manakah yang jumlah tetesannya lebih kecil dari jumlah tetesan vitamin C?
- Jumlah tetesan yang lebih sedikit sampai yang lebih banyak:
(1) Ekstrak jambu biji
(2) Vitamin C tablet
(3) Sari buah tomat
(4) Sari jeruk nipis
(5) Minuman sari buah
(6) Saus
tomat
- Semakin banyak jumlah tetesan
berarti semakin sedikit
kandungan vitamin C pada
bahan makanan tersebut.
IV. PENUTUP
KESIMPULAN
Berdasarkan
percobaan beberapa bahan makanan yang dicurigai mengandung Vitamin C, kami
menyimpulkan bahwa kandungan vitamin c dari buah jambu biji merah paling tinggi
diantara bahan makanan lain yang kami uji kadar vitamin c. Selain itu, kami
mengetahui bahwa kadar vitamin c dalam minuman sari buah yang menyatakan bahwa
mengandung 100 % vitamin c ternyata kadar vitamin c nya hanya 11, 8% atau tidak
sesuai dengan informasi nilai gizi yang tercantum pada kemasan produk. Perlu
diketahui bahwa kadar vitamin c pada bahan makanan alami seperti jeruk nipis,
tomat, buah jambu biji merah lebih baik dikonsumsi daripada bahan makanan yang mengandung
vitamin c tetapi telah tercampur dengan zat adiktif (buatan).
0 komentar:
Posting Komentar