1.
Judul :
Prosedur eksperimen uji urine
Tujuan : Tujuan umum
dari laporan praktikum ini adalah mengamati sifat-sifat fiisk dari
urin.
Tujuan khusus dari laporan praktikum adalah
untuk:
a. Mengamati sifat-sifat
urin
b. Mengetahui garam-garam
amonia yang terkandung dalam urin
c. Menguji kandungan
belerang dalam urin
d. Menguji kreatinin dalam
urin
e. Menguji kandung protein
dalam urin
f. Menguji klorida
dalam urin
Alat : Urinometer
Bahan :
Variasi klorida menentukan bagian dari
bahan padat dalam urine. Ekskresi Cl tergantung pada partikel, diet alami,
tetapi rata-ratanya sekitar 10-15 gram sehari. Klorida diekskresikan sebagai
natrium klorida adalah yang utama karena sebagian klorida adalah yang utama.
Prosedur Kerja :
Urin atau air seni atau
air kencing adalah cairan sisa yang diekskresikan oleh ginjal yang
kemudian akan dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi. Eksreksi urin diperlukan
untuk membuang molekul-molekul sisa dalam darah yang
disaring oleh ginjal dan untuk menjagahomeostasis cairan
tubuh. Namun, ada juga beberapa spesies yang menggunakan urin sebagai
sarana komunikasi olfaktori. Urin disaring di
dalam ginjal, dibawa melalui ureter menuju kandung kemih, akhirnya dibuang
keluar tubuh melalui uretra.
Fungsi utama urin adalah untuk membuang zat
sisa seperti racun atau obat-obatan dari dalam tubuh. Anggapan umum menganggap
urin sebagai zat yang "kotor". Hal ini berkaitan dengan kemungkinan
urin tersebut berasal dari ginjal atau saluran kencing yang terinfeksi,
sehingga urinnya pun akan mengandung bakteri. Namun
jika urin berasal dari ginjal dan saluran kencing yang sehat, secara medis urin
sebenarnya cukup steril dan hampir bau yang dihasilkan berasal dari urea. Sehingga bisa
diakatakan bahwa urin itu merupakan zat yang steril. Urin dapat menjadi
penunjuk dehidrasi. Orang yang tidak menderita dehidrasi akan mengeluarkan urin
yang bening seperti air. Penderita dehidrasi akan mengeluarkan urin berwarna
kuning pekat atau cokelat
Jumlah dan komposisi urin mencerminkan
berbagai proses biokimia yang terjadi dalam tubuh. Dengan demikian komposisi
urin individu bisa berubah ketika seseorang memiliki penyakit. Dalam kondisi
sakit, sangat umum untuk melihat adanya komponen abnormal (Senyawa yang tidak
hadir dalam urin yang sehat, individu normal) atau komponen normal dalam jumlah
abnormal dalam urin. Berikut adalah komposisi normal urin.
Hasil
Pengamatan : Tabel 1 Komposisi normal urin
|
Jenis
|
Indikator
|
|
Volume
|
600-200 ml / 24 jam
|
|
Khusus Gravitasi
|
1,003-1,030
|
|
pH
|
4,6-8,0
|
|
Urea
|
15-35 g (250-580 mmol) / 24 Jam
|
|
Ammonia
|
0,5-1,0 g (29-58 mmol) / 24 Jam
|
|
Urat
|
0,5-2,0 g (3 - 12 mmol) / 24 Jam
|
|
Kreatinin
|
1,0-2,0 g (9-17 mmol) / 24 Jam
|
|
Creatine
|
0.1g / 24 Jam
|
Kesimpulan : Pengujian
terhadap garam amonium dilakukan untuk mengetahui adanya garam amonium dalam
urin. Pada urin yang dipanaskan kemudian uapnya akan menimbulkan warna merah
yang menunjukkan adanya garam amonium atau gas NH3 yang mudah menguap pada
kertas uji yang diberikan pereaksi nessler ataupun pada kaca (Ganong 2003).
Uji Klorida pada urin dilakukan dengan
mencampur HNO3 dan AgNO3, pada urin dan akan terbentuk endapan berwarna
putih (AgCl). Apabila larutan tersebut ditambah dengan amoniak berlebihan,
endapan tersebut akan larut kembali. HNO3 berfungsi untuk mencegah terjadinya
perak fofat Terbentuknya endapan AgCl (endapan putih) menunjukkan adanya ion
Cl- yang berasal dari urine diikat oleh Ag+ dari AgNO3. Penambahan amoniak
akan mengurangi endapan AgCl (Ganong, 2003).
AgCl + NH3OH AgOH
+ NH4Cl
Uji
klorida dilakukan untuk mengetahui zat-zat abnormal yang terkandung dalam urin.
Indikatornya terdapat endapan putih, menunjukkan urin tersebut mengandung
klorida. Adanya endapan menunjukkan bahwa kinerja hati terganggu.
Menurut
Filzahazny (2009), Belerang pada percobaan urin dapat dibedakan menjadi :
a. Belerang Anorganik
Belerang anorganik merupakan bagian
terbesar dari belerang teroksidasi (85-90 %) dan berasal terutama dari
metabolisme protein. Pada percobaan ini, urin 24 jam direaksikan dengan HCl
encer dan BaCl2. Maka akan terbentuk endapan putih yang menunjukkan adanya
belerang anorganik, reaksi yang terjadi
b. Belerang Eteral
Belerang etereal merupakan senyawaan asam
sulfat dengan zat-zat organik. Sulfat etereal di dalam urin merupakan ester
sulfat organik (R-O-SO3H) yang dibentuk di dalam hati dari fenol endogen dan
eksogen, yang mencakup indol, kresol, esterogen, steroid lain, dan obat-obatan.
Zat-zat organik tersebut berasal dari metabolisme protein atau pembusukan
protein dalam lumen usus. Semuanya terurai pada pemanasan dengan asam.
Jumlahnya 5-15 % dari belerang total urin.
c. Belerang Yang Tak Teroksidasi
Belerang tak teroksidasi merupakan senyawa
yeng mempunyai gugus –SH, -S, -SCN, misalnya asam amino yang mengandung S
(sistin), tiosulfat, tiosianat, sulfida, dsb. Jumlahnya adalah 5-25 % dari
belerang total urin. Pada percobaan ini, kertas saring yang dibasahi dengan Pb-asetat
menjadi berwarna hitam (hasil reaksi positif).
Protein plasma sebagian kecil disaring di
glomerulus yang diserap oleh tubulus ginjal. Normal ekskresi protein urin
biasanya tidak melebihi 150 mg/24 jam atau 10 mg/dl dalam setiap satu spesimen.
Bila lebih dari 10 mg/ml didefinisikan sebagai proteinuria. Ada bebrapa test
urin untuk mengetahui ada protein, antara lain test heller, test koagulasi,
test asam sulfosalisilat dan test Osgood-haskins (Basoeki 2000).
2. Teknologi terkini dalam membantu
pasien kelainan & gangguan pada system ekskresi.
1. Hemodialisis - Teknologi untuk Gagal Ginjal
PENJELASAN:
Hemodialisis adalah salah satu pengobatan gagal ginjal, bila jiwa telah terancam oleh gagal ginjal.
Tujuan : mengambil/mengeluarkan cairan yg. Berlebihan dan sisa metabolisme yang biasanya dikeluarkan oleh ginjal.
Prinsip : darah pasien dialirkan melalui pipa dengan dinding membran semi permeabel → ginjal artifisial → transfer toksin dan cairan : air, molekul kecil menembus dinding, molekul besar (protein) tidak.
Mekanisme transport solute :
a. Difusi : – kecepatan difusi tergantung pada : besar pori, luas dan tebal membran: temperatur larutan, beda konsentrasi solut, dan berat molekul.
b. Ultrafiltrasi : air dengan tekanan hidrostatik/osmotik didorong menembus membran kesatu arah, membawa bahan terlarut
PENJELASAN:
Hemodialisis adalah salah satu pengobatan gagal ginjal, bila jiwa telah terancam oleh gagal ginjal.
Tujuan : mengambil/mengeluarkan cairan yg. Berlebihan dan sisa metabolisme yang biasanya dikeluarkan oleh ginjal.
Prinsip : darah pasien dialirkan melalui pipa dengan dinding membran semi permeabel → ginjal artifisial → transfer toksin dan cairan : air, molekul kecil menembus dinding, molekul besar (protein) tidak.
Mekanisme transport solute :
a. Difusi : – kecepatan difusi tergantung pada : besar pori, luas dan tebal membran: temperatur larutan, beda konsentrasi solut, dan berat molekul.
b. Ultrafiltrasi : air dengan tekanan hidrostatik/osmotik didorong menembus membran kesatu arah, membawa bahan terlarut
2. Radioterapi - Teknologi untuk Kanker Paru Paru
PENJELASAN:
Radioterapi adalah sebuah teknik terapi bagi para penderita kanker yang cukup populer. Radioterapi telah mengalami teknik radiasi yang berkembang dari sejak pertama kali diperkenalkan sampai saat ini.
Kegunaan radioterapi adalah sebagai berikut:
• Mengobati : banyak kanker yang dapat disembuhkan dengan radioterapi, baik dengan atau tanpa dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti pembedahan dan kemoterapi.
• Mengontrol : Jika tidak memungkinkan lagi adanya penyembuhan, radioterapi berguna untuk mengontrol pertumbuhan sel kanker dengan membuat sel kanker menjadi lebih kecil dan berhenti menyebar
• Mengurangi gejala : Selain untuk mengontrol kanker, radioterapi dapat mengurangi gejala yang biasa timbul pada penderita kanker seperti rasa nyeri dan juga membuat hidup penderita lebih nyaman.
Radioterapi adalah sebuah teknik terapi bagi para penderita kanker yang cukup populer. Radioterapi telah mengalami teknik radiasi yang berkembang dari sejak pertama kali diperkenalkan sampai saat ini.
Kegunaan radioterapi adalah sebagai berikut:
• Mengobati : banyak kanker yang dapat disembuhkan dengan radioterapi, baik dengan atau tanpa dikombinasikan dengan pengobatan lain seperti pembedahan dan kemoterapi.
• Mengontrol : Jika tidak memungkinkan lagi adanya penyembuhan, radioterapi berguna untuk mengontrol pertumbuhan sel kanker dengan membuat sel kanker menjadi lebih kecil dan berhenti menyebar
• Mengurangi gejala : Selain untuk mengontrol kanker, radioterapi dapat mengurangi gejala yang biasa timbul pada penderita kanker seperti rasa nyeri dan juga membuat hidup penderita lebih nyaman.
3. Scanning Laser Hair Removal System - Teknologi untuk Kulit
Kepala Bermasalah
PENJELASAN:
Laser hair removal bekerja dengan mengirimkan sinar laser ke folikel rambut dengan energi yang cukup untuk menghancurkan akar, tanpa mempengaruhi daerah sekitarnya. Bekerja pada kulit kepala yang bermasalah. Dapat digunakan dengan mudah, nyaman dan tanpa rasa sakit. Alat ini memperlakukan rambut yang tidak diinginkan dalam privasi rumah Anda sendiri dan pada waktu yang sesuai dengan Anda.
PENJELASAN:
Laser hair removal bekerja dengan mengirimkan sinar laser ke folikel rambut dengan energi yang cukup untuk menghancurkan akar, tanpa mempengaruhi daerah sekitarnya. Bekerja pada kulit kepala yang bermasalah. Dapat digunakan dengan mudah, nyaman dan tanpa rasa sakit. Alat ini memperlakukan rambut yang tidak diinginkan dalam privasi rumah Anda sendiri dan pada waktu yang sesuai dengan Anda.


0 komentar:
Posting Komentar