1.
Sistem Regulasi
Judul : Eksperimen Bintik Buta
1.1 Tujuan
Mengetahui adanya bintik buta
1.2 Landasan teori
Benda
yang terkena cahaya akan membiaskan cahayanya melalui kornea dan diteruskan
ke aqeus humor, pupil, lensa mata, vitrous humor, kemudian retina.
Cahaya yang masuk ke bagian bintik kuning retina akan mengenai sel-sel batang
dan kerucut. Sel kerucut sebagai fotoreseptor yang peka cahaya akan menangkap
rangsang dan mengubahnya menjadi impuls yang dihantarkan ke saraf optik ke otak
besar bagian belakang (lobus oksipitalis). Pada lobus
oksipitalis ini terjadi asosiasi berupa kesan melihat benda
Pembiasan cahaya dari suatu benda akan
membentuk bayangan benda jika cahaya tersebut jatuh di bagian bintik kuning
pada retina, karena cahaya yang jatuh pada bagian ini akan mengenai sel-sel
batang dan kerucut yang meneruskannya ke saraf optik dan saraf optik
meneruskannya ke otak sehingga terjadi kesan melihat. Sebaliknya, bayangan
suatu benda akan tidak nampak, jika pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut
jatuh di bagian bintik buta pada retina
1.3 Alat dan Bahan
1. Kertasmanila
berwarnaputih
2. Penggariskayu meter
3. Spidolataupulpen
1.4 Cara kerja
1. Sediakankertas
manila berukuranlebar 3cm dan panjang 14cm
2. Buatlah
tanda silang (x) dan tanda (y) pada kertas tersebut dengan jarak antara (x) dan
(y) sejauh 10 cm
3. Peganglah
kertas dengan tangan kiri sejauh 50 cm didepan mata, tanda (y) dipasang di
sebelah dalam
4. Pusatkan
pandangan mata kiri pada tanda y dan tutup mata kanan
5. Dengan
mata kiri tetap terpusat pada tanda y, dekatkan kertas perlaha-lahan hingga
tanda silang (x) hilang dan kemudian tampak kembali
6. Ukur
dan catatlah dalam table pada jarak berapa tanda silang (x) hilang dan pada
jarak berapa tanda silang (x) muncul kembali
7. Baliklah
letak tanda (y) dan ulangi prosedur di atas dengan mata kanan juga sebanyak 3
kali
1.5 Hasil percobaan
Dengan menutup mata kanan & Dengan menutup mata kiri
1.6 Analisis data
Terdapat perbedaan jarak hilangnya tanda
lingkaran pada waktu pengamatan. Secara keseluruhan, rata-rata hasil
menunjukkan perbedaan jaraknya hanya sedikit.
Bayangan suatu benda tidak nampak pada
jarak tertentu, karena pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di
bagian bintik buta pada retina. Bayangan akan nampak jika pembiasan cahaya dari
suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik kuning pada retina. Kejelasan mata
dalam melihat benda antara orang yang satu dengan yang lain pasti berbeda.
Apabila rata-rata frekuensi kecil maka kejelasan mata dalam melihat benda masih
baik dan apabila rata-rata frekuensi besar maka kejelasan mata dalam melihat
benda kurang baik.
1.7 Kesimpulan
Jarak bintik buta pada mata kanan kiri
manusia rata-rata adalah sama. Bayangan benda tidak terlihat pada jarak
tertentu, karena pembiasan cahaya dari benda tersebut jatuh di bagian bintik
buta pada retina karena cahaya yang jatuh pada bagian ini tidak mengenai
sel-sel batang dan kerucut sehingga tidak ada impuls yang diteruskan ke saraf
optik yang akhirnya menyebabkan tidak terjadinya kesan melihat. Sebaliknya,
jika pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik kuning
pada retina, maka bayangan benda akan terlihat.
Judul : Mengetahui Luas Daerah BintikButa
2.1 Tujuan
Mengetahui luas daerah yang dipengaruhi
bintik buta
2.2 Landasan Teori
Bintik buta adalah daerah tempat sarap
optik meninggalkan bagian dalam bola mata dan tidak mengandung sel konus dan
batang. Dalam kehiduan sehari – hari kita tidak sadar bahwa ada pengaruh
bintik buta, karena bintik buta merupakan bagian terkecil mata yang tidak
banyak di ketahui orang umum. Hanya orang yang mendalami bidang ini saja yang
menyadarinya.
Luas atau sempitnya bintik buta di
pengaruhi oleh luas atau sempitnya jarak antara sel konus dengan sel batang Dan
juga karena factor jarak jika jaraknya dekat maka bintik buta nya sempit dan
jika jaraknya jauh maka luas daerahnya luas.
1. Daerah
bintik buta nya yang lebar berarti jarak antara sel batang dengan sel konus
agak lebar
2. Daerah
bintik buta nya yang sempit berarti jarak antara sel batang dengan sel konusnya
sempit
2.3 Alat dan Bahan
1. Karton
manila warnaputih
2. Penggariskayupanjang
1 meter
3. Spidol
4. Pakupayungatauselotip
2.4 Cara kerja
(A)
1. Ambilah
karton manila putihdenganukuran 30 x 85 cm.
Buatlah garis AB pada pertengahan kertas,
kemudian buatlah titik C pada garis AB tersebut dan letakan titik C dekat pada
A
|
P |
|||
2. Ambilah
kertas yang lain denganukuran 2 x 5 cm. buatlahtitik P dengan garis tengah 2 mm
pada salah satu sisi kertas
3. Setelah
seorang siswa duduk di kursi menghadap kepapan tulis
Perhatian
a. Selama
melakukan percobaan, orang yang duduk di kursi tidak boleh bergeser dari tempat
duduknya.
b. Badan
dan kepala tidak boleh bergerak, supaya jarak mata kanan dengan titik C tetap
dan tetap tegak lurus pada titik C.
c. Mata
kiri tetap tertup.
(B)
1. Jarak
mata kanan antara pelaku percobaan dan titik C pada karton di papan tulis
sebesar 0.5 m ( gunakan penggaris panjang) mata kiri di tutup.
2. Murid
lain ( bukan yang duduk) mengambil kertas no 2 dan menghimpitkan titik p dengan
titik C
3. Geserkan
titik P perlahan-lahan ke arah B melalui garis AB sampai titik P menghilang.
Berilah tanda titik D pada waktu titik P mulai menghilang. Kemudian geserkan
terus titik P pada garis AB sampai titik P kelihatan lagi. Berilah tanda E pada
tempat mulainya titik P muncul kembali ( waktu titik P digeserkan
perlaha-lahan, pandangan mata kanan pelaku percobaan memamdang tegak lurus pada
titik C, tidak oleh bergeser mengikuti titik P).
4. Ulangi
sekali lagi, teapi geserkan titik P dengan arah dari B ke A untuk menentukan
dengan pasti letak titik E dan D yang sebenarnya.
5. Letakan
titik R ditengah titik DE. Tarik garis M tegak lurus dengan DE melalui titik R.
Buatlah garis N dan melalui titik R dengan ketetuan sebagai berikut : sudut =
45’ garis tegak lurus pada N
6. Geserkan
titik P melalui garis A-B, M dan N berturut-turut untuk memproleh titik-titik
yang menghilang dan yang muncul kembali seperti perlakuan no3 dan 4 di atas.
7. Hubungkanlah
semua titik-titik yang diperoleh itu. Tentukan bidang yang yang di bentuk titik
8. Ulangi
percobaan di atas di atas dengan jarak 1 meter
2.7 Analisis
Bahwa
kita ketahui luas daerah bintik buta tiap orang berbeda-beda dan tidak ada
seorang pun yang sama, dan luas daerah dilihat dari 0.5 meter lebih kecil dari
dilihat dari jarak 1 meter.
2.8 Kesimpulan
Perbandingan luas daerah perbandingan
bintik buta yang di peroleh pada jarak 0,5 m lebih kecil bila di bandingkan
dengan luas daerah pengaruh bintik buta pada jarak 1 meter. Bentuk dan luas
daerah yang di pengaruhi bintik buta pada setiap orang berbeda.
Bintik buta adalah daerah tempat saraf
optik meninggalkan bagian dalam bola mata dan tidak mengandung sel konus dan
batang. Dalam kehiduan sehari – hari kita tidak sadar bahwa ada pengaruh bintik
buta, karena bintik buta merupakan bagian terkecil mata yang tidak banyak di
ketahui orang umum. Hanya orang yang mendalami bidang ini saja yang
menyadarinya.
Luas atau sempitnya bintik buta di
pengaruhi oleh luas atau sempitnya jarak antara sel konus dengan sel batang Dan
juga karena factor jarak jika jaraknya dekat maka bintik buta nya sempit dan
jika jaraknya jauh maka luas daerahnya luas.
1. Daerah
bintik buta nya yang lebar berarti jarak antara sel batang dengan sel konus
agak lebar
2. Daerah
bintik buta nya yang sempit berarti jarak antara sel batang dengan sel konusnya
sempit
2.
Kelainan dan penyakit pada system
regulasi serta alat bantu yang digunakan
Gangguan pada Sistem
Regulasi- Gangguan pada sistem regulasi dapat terjadi pada sistem saraf,
sistem hormon, dan sistem indra. Berikut ini beberapa gangguan yang umum
dijumpai pada sistem regulasi.
1. Gangguan Sistem Saraf
Pusat. Beberapa penyakit yang mengganggu sistem saraf pusat adalah stroke,
meningitis, sklerosis ganda, polio paralitik, penyakit Parkinson, penyakit Leu
Gehrig, dan sakit kepala migrain.
a. Stroke. Penyakit ini
disebabkan oleh kerusakan pada otak yang dipicu oleh terhalangnya aliran darah atau
hilangnya darah di pembuluh darah dalam otak. Masih ingatkah Anda materi
sistem peredaran darah? Apa yang dapat menyebabkan kelainan pada
aliran darah? Penderita stroke mempunyai masalah dengan reaksi motorik (gerakan
pada bagian tubuh tertentu) sehingga menyebabkan kelumpuhan. Jika bagian otak
tidak mendapat suplai nutrisi, akan terjadi kematian pada bagian selsarafnya. Jika semua bagian otak tidak mendapatkan
nutrisi dalam waktu lima menit saja, dapat mengakibatkan kematian. Stroke
disebut juga sebagai kematian sebagian sel saraf di otak.
b. Meningitis. Anda telah
mengenal lapisan pelindung otak, yaitu meninges. Bagian ini tidak luput dari
infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme. Penyakit infeksi atau radang pada
lapisan meninges dinamakan meningitis.
c. Koma. Koma diartikan sebagai
periode panjang seseorang pada kondisi tidak tersadarkan diri dan tidak dapat
dirangsang bahkan dengan stimuli yang paling menyakitkan. Koma dapat
diakibatkan oleh benturan pada otak.
d. Tremor. Tremor adalah kondisi
tubuh dan alat gerak yang tidak dapat menahan goncangan tubuh. Penderita
lanjutannya adalah penyakit Parkinson, yaitu kelainan otak yang ditandai dengan
gemetar dan kesulitan berjalan, bergerak, dan regulasi.
e. Sklerosis ganda. Sklerosis
ganda adalah salah satu penyakit utama pada sistem saraf pusat. Orang dengan
penyakit ini mengalami pengurangan mielin yang mengakibatkan gangguan pada
kemampuan saraf untuk menghantarkan impuls elektrik dari dan ke otak. Beberapa
gejalanya adalah lemas pada kaki dan lutut, hilangnya keseimbangan, penglihatan
kabur, dan berkurangnya kemampuan berbicara.
f. Sakit kepala migrain. Sakit
kepala migrain adalah sakit kepala yang terjadi pada salah satu sisi kepala.
g. Rabies. Rabies adalah penyakit
infeksi akut pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus rabies. Rabies ditularkan melalui gigitan hewan
penular rabies, seperti anjing, kucing, dan kera (Gambar 9.31). Setelah
memperbanyak diri dalamneuron-neuron sentral, virus bergerak ke arah perifer dalam
serabut saraf eferen, saraf volunter, maupun saraf otonom. Dengan demikian,
virus tersebut menyerang hampir setiap organ dan jaringan di dalam tubuh, dan
berkembang biak dalam jaringan-jaringan seperti kelenjar ludah dan ginjal.
2. Gangguan pada Sistem
Hormon. Terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon dapat menyebabkan
kelainan pada tubuh. Contohnya, jika kelenjar pituitari memproduksi terlalu
banyak hormon tumbuh, seorang anak dapat menjadi sangat tinggi. Jika kelenjar
tersebut memproduksi terlalu sedikit, anak itu menjadi kerdil. Beberapa contoh
lain gangguan yang diakibatkan oleh hormon adalah sebagai berikut.
a. Defisiensi Adrenal. Beberapa
orang mempunyai permasalahan dengan produksi kelenjar adrenal sehingga tubuhnya
lemah, mudah lelah, sakit pada daerah perut, mual-mual, dan dehidrasi. Kondisi
tersebut disebabkan berkurangnya fungsi korteks adrenal yang menyebabkan
berkurangnya produksi hormon adrenal kortikosteroid. Perawatan yang dapat
dilakukan adalah dengan memberikan pengganti hormon kortikosteroid.
b. Sindrom Cushing. Penggunaan
obat-obatan tertentu untuk mengobati suatu penyakit, ternyata dapat menyebabkan
timbulnya penyakit baru. Sindrom cushing disebabkan oleh jumlah hormon
glukokortikoid yang berlebih pada tubuh. Pada anak-anak, biasanya terjadi jika
mereka mengonsumsi obat-obatan kortikosteroid sintetis (seperti prednisone)
dalam dosis yang besar untuk menyembuhkan penyakit autoimun, seperti lupus.
Gejala yang muncul dalam jangka waktu panjang adalah obesitas, kegagalan
tumbuh, lemahnya otot-otot, kulit mudah teriritasi, jerawat, tekanan darah
tinggi, dan perubahan psikologi. Terapi penyembuhan yang dapat dilakukan adalah
dengan operasi, terapi radiasi, kemoterapi, atau obat-obatan yang menghalangi
produksi hormon.
c. Diabetes.
Terdapat dua jenis diabetes, yakni diabetes
tipe 1 dan diabetes tipe 2.
1) Diabetes tipe 1. Diabetes tipe
1 disebabkan pankreas gagal memproduksi cukup insulin. Gejalanya adalah terus-menerus
haus, lapar, buang air kecil, dan hilangnya berat badan. Pada anak-anak dan
remaja, kondisi tersebut biasanya disebabkanantibodi menyerang dan menghancurkan sel pankreas yang
memproduksi insulin. Penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi jangka
panjang, seperti masalah ginjal, kerusakan saraf, kebutaan, dan penyakit
jantung koroner dini dan stroke. Untuk mengontrol kandungan gula dalam darah
dan mengurangi risiko komplikasi diabetes, penderitanya memerlukan suntikan
insulin secara teratur.
2) Diabetes tipe 2. Diabetes tipe
2 disebabkan tubuh tidak dapat memproduksi insulin dalam jumlah yang normal.
Anak-anak dan remaja yang mengidap penyakit ini akan kelebihan berat badan.
Gejala dan komplikasi yang timbul serupa dengan diabetes tipe 1. Beberapa
penderita dapat mengontrol kadar gula dalam darah dengan diet, berolahraga, dan
mengonsumsi obat-obatan. Namun, banyak pula yang memerlukan suntikan insulin
seperti penderita diabetes tipe 1.
d. Masalah Hormon
Tumbuh. Kelenjar pituitari yang gagal memproduksi sejumlah hormon tumbuh
yang diperlukan, membuat pertumbuhan seorang anak terganggu. Hormon tumbuh yang
diproduksi secara berlebihan pada masa pertumbuhan akan membuat tulang dan bagian tubuh lain tumbuh secara berlebihan
dan menyebabkangigantisme. Hipoglikemi (kadar gula rendah) juga dapat timbul
pada anak yang kekurangan hormon tumbuh, biasanya pada bayi dan anak kecil.
e. Tiroid.
Kelainan yang berkaitan dengan hormon
tiroid, yakni hipertirodisme dan hipotirodisme.
1) Hipertiroidisme. Hipertiroid
merupakan kondisi kadar hormon tiroid dalam darah sangat tinggi. Gejala yang
timbul berupa hilangnya berat badan, gugup, tremor, keringat berlebih, laju
detak jantung dan tekanan darah tinggi, mata yang menonjol, dan hiperaktif.
Penyakit ini dapat diobati dengan pengobatan, pembuangan atau penghancuran
kelenjar tiroid dengan operasi atau terapi radiasi.
2) Hipotiroidisme. Hipotiroidisme
merupakan kebalikan dari hipertiroid, yaitu kadar hormon tiroid dalam darah
sangat rendah. Hal tersebut menyebabkan lambatnya proses-proses dalam tubuh
sehingga tubuh menjadi lemah, laju detak jantung rendah, keringnya kulit, dan
penambahan berat badan. Karena kadar hormon tiroid dalam darah rendah, kelenjar
tiroid berusaha memproduksinya. Hal tersebut berakibat pada membengkaknya
kelenjar tiroid yang dikenal dengan penyakit gondok (Gambar 9.33).
Untuk mencegah dan mengobatinya, pasien
diberi zat yodium sehingga produksi hormon tiroidnya kembali normal. Selain
itu, hipotiroid pada anakanak dapat menyebabkan lambatnya pertumbuhan
(kekerdilan) dan tertundanya pubertas. Kondisi ini disebut kretinisme.
Bayi-bayi yang dilahirkan dengan tidak adanya atau tidak sempurnanya kelenjar
tiroid dapat mengidap hipotiroidisme. Kondisi tersebut dapat diobati dengan
pemberian pengganti hormon tiroid secara oral.
f. Pubertas Dini. Perubahan tubuh
yang berhubungan dengan pubertas dapat timbul secara dini pada anak-anak jika
hormon pituitari yang menstimulasi gonad meningkat secara dini. Pengobatan
melalui suntikan dapat dilakukan untuk menekan sekresi hormon-hormon pituitari
(gonadotropin) dan menahan kemajuan perkembangan seksual pada anak-anak sebelum
waktunya.
3. Gangguan pada Sistem
Indra. Beberapa kelainan yang terjadi pada sistem indra di antaranya
adalah sebagai berikut.
a. Rabun Jauh. Rabun jauh (miopi)
disebabkan daya akomodasi mata berubah sehingga tidak dapat memfokuskan
bayangan tepat di bintik kuning. Orang yang menderita rabun jauh tidak dapat
melihat objek yang berada jauh karena bayangan yang masuk ke mata jatuh di
depan bintik kuning. Penderitanya dapat ditolong dengan menggunakan lensa
cekung (bikonkaf).
b. Rabun Dekat. Rabun dekat
(hipermetropi) disebabkan daya akomodasi mata yang menurun, penderitanya tidak
dapat melihat dengan jelas objek yang jaraknya dekat dengan mata. Umumnya,
penderita rabun dekat berhubungan dengan penuaan. Semakin tua usia seseorang,
semakin berkurang daya akomodasi mata sehingga terjadi hipermetropi.
Penderitanya dapat ditolong dengan menggunakan lensa cembung (bikonveks)
(Gambar 9.34).
Gambar 9.34 Penderita miopi dan
hipermetropi yang dapat ditolong dengan lensa kaca mata.
c. Presbiopi. Presbiopi merupakan
gabungan dari rabun jauh dan dekat sehingga benda yang terlalu jauh ataupun
terlalu dekat tidak dapat difokuskan. Penderitanya dapat dibantu dengan
menggunakan lensa progresif.
3.
Jenis-Jenis Narkoba yang
mengganggu sistem regulasi
Narkoba
Sebotol heroin yang
merupakan salah satu narkoba yang paling dikenal.
Narkoba adalah singkatan dari
narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain "narkoba", istilah lain
yang diperkenalkan khususnya oleh Departemen Kesehatan Republik
Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika danZat Adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu.[rujukan?] Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu.[rujukan?] Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.
Jenis
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis narkotika adalah:
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997). Yang termasuk jenis narkotika adalah:
Tanaman papaver, opium mentah, opium masak
(candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman
ganja, dan damar ganja.
Garam-garam dan turunan-turunan dari
morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang
mengandung bahan tersebut di atas.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik
alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui
pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada
aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk
psikotropika antara lain:
Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon,
Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat,
Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic
Diethylamide) dan sebagainya.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah
bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai
pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat,
seperti:
• Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.
• Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.
Penyebaran
Hingga kini penyebaran penyalahgunaan
narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk
dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak
bertanggung jawab. Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi
masyarakat, dan pemerintah khawatir.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupundewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.
Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupundewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.
Kelompok Berdasarkan Efek
Berdasarkan efek yang ditimbulkan terhadap
pemakainya, narkoba dikelompokkan sebagai berikut:
Halusinogen,
efek dari narkoba bisa mengakibatkan bila dikonsumsi dalam sekian dosis
tertentu dapat mengakibatkan seseorang menjadi ber-halusinasi dengan melihat
suatu hal/benda yang sebenarnya tidak ada / tidak nyata contohnya kokain
& LSD
Stimulan, efek
dari narkoba yang bisa mengakibatkan kerja organ tubuh seperti jantung dan otak
bekerja lebih cepat dari kerja biasanya sehingga mengakibatkan seseorang lebih
bertenaga untuk sementara waktu, dan cenderung membuat seorang pengguna lebih
senang dan gembira untuk sementara waktu
Depresan, efek dari narkoba yang
bisa menekan sistem syaraf pusat dan mengurangi aktivitas fungsional tubuh,
sehingga pemakai merasa tenang bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tidak
sadarkan diri. Contohnya putaw
Adiktif, Seseorang yang sudah mengonsumsi
narkoba biasanya akan ingin dan ingin lagi karena zat tertentu dalam narkoba
mengakibatkan seseorang cenderung bersifat pasif, karena secara tidak langsung
narkoba memutuskan syaraf-syaraf dalam otak,contohnya ganja, heroin, putaw
Jika terlalu lama dan sudah ketergantungan
narkoba maka lambat launorgan dalam tubuh akan rusak dan jika sudah melebihi
takaran maka pengguna itu akan overdosis dan akhirnya kematian
Jenis
Heroin atau diamorfin (INN) adalah sejenis
opioid alkaloid.
Heroin adalah derivatif 3.6-diasetil
dari morfin (karena
itulah namanya adalah diasetilmorfin) dan disintesiskan darinya melalui
asetilasi. Bentuk kristal putihnya umumnya adalah garam hidroklorida, diamorfin
hidroklorida. Heroin dapat menyebabkan kecanduan.
Ganja (Cannabis sativa syn. Cannabis indica) adalah
tumbuhan budidaya penghasil serat, namun lebih dikenal karena kandungan zat
narkotika pada
bijinya, tetrahidrokanabinol (THC, tetra-hydro-cannabinol) yang
dapat membuat pemakainya mengalami euforia (rasa senang yang
berkepanjangan tanpa sebab).
Ganja menjadi simbol budaya hippies yang pernah populer di
Amerika Serikat. Hal ini biasanya dilambangkan dengan daun ganja yang berbentuk
khas. Selain itu ganja dan opium juga didengungkan sebagai simbol perlawanan
terhadap arus globalisme yang dipaksakan negara kapitalis terhadap negara
berkembang. Di India,
sebagian Sadhuyang menyembah dewa Shiva menggunakan produk derivatif ganja
untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap Hashish melalui
pipa Chilam/Chillum, dan dengan
meminum Bhang.
Pemanfaatan
Tumbuhan ganja telah dikenal manusia sejak
lama dan digunakan sebagai bahan pembuat kantung karena serat yang
dihasilkannya kuat. Biji ganja juga digunakan sebagai sumber minyak.
Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.
Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.
Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
Namun demikian, karena ganja juga dikenal sebagai sumber narkotika dan kegunaan ini lebih bernilai ekonomi, orang lebih banyak menanam untuk hal ini dan di banyak tempat disalahgunakan.
Di sejumlah negara penanaman ganja sepenuhnya dilarang. Di beberapa negara lain, penanaman ganja diperbolehkan untuk kepentingan pemanfaatan seratnya. Syaratnya adalah varietas yang ditanam harus mengandung bahan narkotika yang sangat rendah atau tidak ada sama sekali.
Sebelum ada larangan ketat terhadap penanaman ganja, di Aceh daun ganja menjadi komponen sayur dan umum disajikan.
Bagi penggunanya, daun ganja kering dibakar dan dihisap seperti rokok, dan bisa juga dihisap dengan alat khusus bertabung yang disebut bong.
Budidaya
Tanaman ini ditemukan hampir disetiap
negara tropis. Bahkan beberapa negara beriklim dingin pun sudah mulai
membudidayakannya dalam rumah kaca.
Morfin adalah alkaloid analgesik yang
sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. Morfin
bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek
samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk,
lesu, dan penglihatan kabur. Morfin juga mengurangi rasa lapar, merangsang
batuk, dan meyebabkan konstipasi. Morfin menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan
zat-zat lainnya. Pasien morfin juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi
buruk.
Kata "morfin" berasal dari
Morpheus, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.
Kokain adalah senyawa sintetis yg memicu
metabolisme sel menjadi sangat cepat.
Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan
dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika Selatan, dimana daun
dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan
“efek stimulan”.
Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obat berbahaya. Kadang disebut juga Napza(Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif). Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek samping seperti Halusinasi, ketagihan, dan efek psikologi lainnya. Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau dihirup. Contoh zat-zat berbahaya yang dikonsumi dengan cara dihisap adalah Opium yang menggunakan pipa hisapan.
Zat-zat berbahaya tersebut tergolong menjadi;
Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.
Narkoba adalah singkatan dari Narkotika, Alkohol, dan Obat-obat berbahaya. Kadang disebut juga Napza(Narkotika, Psikotropika, dan Zat Aditif). Zat-zat tersebut dapat membuat berbagai efek samping seperti Halusinasi, ketagihan, dan efek psikologi lainnya. Cara penggunaan bisa melalui suntikan, dimakan, dihisap, atau dihirup. Contoh zat-zat berbahaya yang dikonsumi dengan cara dihisap adalah Opium yang menggunakan pipa hisapan.
Zat-zat berbahaya tersebut tergolong menjadi;
Narkotika
Narkotika berasal dari bahasa Inggris "narcotics"
yang artinya obat bius. Narkotika adalah bahan yang berasal dari 3 jenis
tanaman Papaper Somniferum (Candu),Erythroxyion coca (kokain),
dan cannabis sativa (ganja)
baik murni maupun bentuk campuran. Cara kerjanya mempengaruhi susunan syaraf
yang dapat membuat kita tidak merasakan apa-apa, bahkan bila bagian tubuh kita
disakiti sekalipun. Jenis-jenisnya adalah:
Opium atau Opioid atau Opiat atau Candu
Codein atau Kodein
Methadone (MTD)
LSD atau Lysergic Acid atau Acid atau Trips atau Tabs
Hashish (Berbentuk tepung dan
warnanya hitam. Ia dinikmati dengan cara diisap atau dimakan. Narkotika jenis
yang kedua ini dikatakan agak tidak berbahaya hanya karena jarang membawa
kematian)
Psikotropika
Psikotropika adalah bahan lain yang tidak
mengandung narkotika, merupakan zat buatan atau hasil rekayasa yang dibuat
dengan mengatur struktur kimia. Mempengaruhi atau mengubah keadaan mental dan
tingkah laku pemakainya. Jenis-jenisnya adalah:
Ekstasi atau
Inex atau Metamphetamines
Shabu-shabu(Sabu/Syabu/ICE)
Sedatif-Hipnotik(Benzodiazepin/BDZ), BK,
Lexo, MG, Rohip, Dum
Jenis Psikotropika juga sering dikaitkan
dengan istilah Amfetamin, dimana Amfetamin ada 2 jenis yaitu MDMA (metil dioksi
metamfetamin) dikenal dengan nama ekstasi. Nama lain fantacy pils, inex.
Kemudian jenis lain adalah Metamfetamin yang bekerja lebih lama dibanding MDMA
(dapat mencapai 12 jam) dan efek halusinasinya lebih kuat. Nama lainnya shabu,
SS, ice.
Zat adiktif
Zat adiktif adalah
zat-zat yang bisa membuat ketagihan jika dikonsumsi secara rutin.