1.
Judul :
Prosedur eksperimen sistem respirasi menggunakan respirometer
Tujuan
: Respirometer sederhana adalah alat yang dapat digunakan untuk
mengukur kecepatan pernapasan beberapa
macam organisme hidup
sepertiserangga, bunga, akar, kecambah yang
segar. Jika tidak ada perubahan suhu yang berarti, kecepatan pernapasan dapat dinyatakan
dalam ml/detik/g, yaitu banyaknya oksigen yang
digunakan oleh makhluk percobaan tiap 1 gram berat tiap detik.
Alat : Komponen
Respirometer ini terdiri atas dua bagian
yang dapat dipisahkan, yaitu tabung spesimen (tempat hewan atau bagian tumbuhan
yang diselidiki) dan pipakapiler berskala yang
dikaliberasikan teliti hingga 0,01 ml. Kedua bagian ini dapat disatukan amat
rapat hingga kedap udara dan didudukkan pada penumpu (landasan) kayu atau logam.
Prinsip kerja
Alat ini bekerja atas suatu prinsip bahwa
dalam pernapasan ada oksigen yang
digunakan oleh organisme dan ada karbon
dioksida yang dikeluarkan olehnya. Jika organisme yang bernapas itu
disimpan dalam ruang tertutup dan karbon dioksida yang dikeluarkan oleh
organisme dalam ruang tertutup itu diikat, maka penyusutan udara akan terjadi.
Kecepatan penyusutan udara dalam ruang itu dapat dicatat (diamati) pada pipa
kapiler berskala.
Bahan : Kecambah yang
digunakan
Kecambah yang biasa digunakan untuk
berbagai substrat bisanya digunakan:
substrat lemak: kacang
tanah
substrat protein: kacang
hijau, kacang kedelai
substrat karbohidrat: jagung, padi
Perlu diingat bahwa biji-biji tersebut
tidak murni yang mengandung satu macam zat substrat tetapi umumnya campuran
dengan proporsi berbeda-beda.
Prosedur kerja :
Cara melakukan eksperimen
Spesimen yang akan digunakan dalam
penyelidikan ini sebaiknya dipilih yang masih segar atau lincah. Tabung
spesimen dipisahkan dari bagian yang berskala dan kedalamnya dimasukkan zat
pengikat CO2. Biasanya digunakan KOH kristal yang kemudian ditutup dengan kasa
atau kapas agar tidak tercecah oleh spesimen yang diselidiki. Sebagai pengikat
CO2 dapat juga digunakan larutan pekat KOH yang diserapkan pada kertas
pengisap. Setelah itu spesimen dimasukkan ke dalam tabung dan tabung ditutup
dengan bagian yang berskala rapat-rapat. Untuk mengetahui penyusutan udara dalam
tabung, pada ujung terbuka pipa berskala diberi setetes air (lebih baik
berwarna misalnya eosin). Tetes air ini akan bergerak ke arah tabung spesimen karena
terjadinya penyusutan volum udara dalam ruang tertutup (tabung spesimen)
sebagai akibat pernapasan, yaitu O2 diserap, CO2 dihembuskan tetapi
lalu diserap oleh KOH. Kecepatan tetes air itu bergerak ke dalam menunjukkan kecepatan pernapasan
organisme yang diselidiki. Perhitungan dilakukan untuk memperoleh angka
kecepatan respirasi hewan/organisme tertentu dalam ml tiap satuanwaktu. Data yang
diambil adalah: lama pernapasan (misalnya dapat diambil tiap 5 menit sekali
atau 10 menit sekali) dan jarak yang ditempuh oleh tetes air bergerak. Jika
nilai skala pada pipa kapiler tertera 0,1 --- 0,2 dan seterusnya, dan jarak itu
dibagi menjadi 5 bagian, maka berarti 1 skala bernilai 0,02 ml.
Cara kerja
Biji-biji yang akan digunakan dalam
percobaan atau eksperimen dikecambahkan dulu. Dalam keadaan terbuka
respirometer diisi larutan KOH sampai batas tersisa 100 ml. Kecambah disimpan
pada lekukan 2 ml. Tutup dipasang dengan lubang menghadap keluar. Permukaan zat
cair diatur agar sama tinggi baru kemudian tutup diputar sehingga lubang
terputus hubungannya dengan udara luar. Suhu awal (T1) dan tinggi barometer
(P1) dicatat dan alat disimpan selama 2 x 24 jam (dengan harapan semua
O2 sudah digunakan dan semua CO2 sudah diikat KOH). Alat ganong yang
sebuah lagi dipersiapkan seperti yang pertama kecuali bahwa zat cair yang
diisikan bukan KOH, melainkan zat cair lain yang tidak menyerap
CO2 misalnya paraffin cair.
Hasil Pengamatan : Perlu
diperhatikan
Keberhasilan percobaan/eksperimen ini
tergantung tergantung pada bocor tidaknya alat. Disarankan hubungan antara
tabung dan bagian berskala diolesi dengan vaselin lalu
diputar-putar.
Perubahan suhu udara (bila menjadi panas) menyebabkan
titik air yang sudah bergerak ke arah tabung dapat bergerak kembali ke arah
luar. Oleh karena itu sebaiknya percobaan diadakan dalam waktu perubahan suhu tidak besar.
Sebaliknya bila suhu menurun, tetes air cepat bergerak ke arah tabung spesimen.
Sebelum disimpan, spesimen hewan dikembalikan
ke tempatnya dan KOH yang biasanya meleleh segera dikeluarkan dan tabung dicuci
bersih. Jika kurang bersih dan tabung tertutup, maka akan terjadi respirometer
tak dapat dibuka lagi, karena merekat oleh KOH.
Respirometer ganong adalah alat yang
dapat digunakan untuk menentukan angka respirasi (RQ = Respiratory Quotient)
secara kuantitatif dalam suatu
peristiwa pernapasan. Tergantung pada substrat yang digunakan, harga
RQ dapat sama dengan 1, lebih dari 1 atau kurang dari 1. Harga RQ adalah harga
perbandingan CO2 yang dihasilkan dalam penapasan dengan O2 yang digunakan
dalam pernapasan tersebut.
Prinsip kerja
Dalam pernapasan, organisme yang diselidiki
menyerap O2 dari udara dan menghembuskan CO2 ke dalam udara.
Sejumlah udara tersebut tersimpan dalam
penyungkup (ruang) yang kedap udara.
Dapat diserapnya CO2 oleh KOH.
Sebagai pembanding perlu digunakan zat cair
lain pengisi respirometer yang tidak dapat mengikat CO2.
Perlunya koreksi volum dan tekanan
udara tersisa terhadap perubahan suhu dan tekanan
pada awal dan akhir pengamatan.
Kesimpulan : Komponen
fungsional
Bagian-bagian alat yang penting ialah:
tabung berturup yang volumnya kurang lebih 100 ml, bagian yang menggembung
sampai pada lehernya bervolum 75 ml + 2 ml merupakan lekukan kecil untuk
menyimpan spesimen yang diselidiki RQnya, yaitu biji-biji yang
berkecambah. Pada tutup terdapat lubang kecil untuk menghubungkan atau
memutuskan hubungan udara dalam tabung dan udara luar. Pipa bagian bawah
berskala mulai dari 75 ml hingga 100 ml; di bawah skala 100 ml masih tersedia
ruang kurang lebih 10 ml, dan dihubungkan dengan pipa karet dengan pipa kaca
yang berujung terbuka. Pipa ini dapat dinaik-turunkan pada waktu menyamakan
permukaan zat cair pada kedua pipa.
Komponen pendukung
Standar dan penjepit respirometer
ganong adalah alat untuk menjepit kedua tabung respirometer ganong
sehingga kedua tabung berdiri tegak. Alat ini terdiri dari sebuah statif dan 3
buah penjepit dari besi. Masing-masing penjepit itu mempunyai 2 alat pemegang.
Pemegang di bagian tengah untuk menjepit statif dan yang dibagian ujungnya
untuk menjepit tabung-tabung respirometer yang dipasang pada standar tersebut.
2. Teknologi terkini dalam
membantu pasien kelainan & gangguan pada pernapasan.
1.
Contoh Teknologi yang
Berhubungan dengan Sistem Pernapasan. Teknologi yang berhubungan dengan
sistem pernapasan dari yang paling sederhana, yaitu tabung oksigen dan
regulator oksigen sampai robot buatan yang telah banyak membantu orang yang
mengalami gangguan pada sistem pernapasan. Penderita asma ketika kambuh dan
mengalami kesulitan bernapas sering terbantu dengan alat regulator oksigen yang
dihubungkan dengan tabung oksigen. Bahkan, sekarang telah banyak dijual oksigen
murni dalam tabung-tabung kecil untuk orang yang membutuhkannya.
2.
Selain regulator oksigen,
terdapat teknologi yang dapat membantu mendeteksi penyakit asma, yaitu PSA
(pulmonary sound analizer). Dengan PSA, tingkat keparahan penyakit asma
seseorang dapat diketahui.
3.
Bronkoskop (bronchoscope) juga
merupakan teknologi yang berhubungan dengan sistem pernapasan. Bronkoskop dapat
digunakan untuk mengambil contoh jaringan dan lendir dalam saluran pernapasan
yang diduga ada gangguan atau kelainan. Selain itu, bronkoskop dapat digunakan
untuk mengetahui secara rinci keadaan saluran trakea, bronkus, dan bronkiolus.
Gambar 7.10 Penggunaan
bronkoskop.
Jerman telah menciptakan sebuah robot yang
diberi nama RONAF (robotergestuetzte navigation zum fraesen). Robot ini
digunakan sebagai navigator dalam pembedahan pasien yang mengalami ganguan
sistem respirasi.


0 komentar:
Posting Komentar